5 Menu Sarapan Sehat Untuk Ibu Hamil

5 Menu Sarapan Sehat Untuk Ibu Hamil – Terdapat beragam cara untuk menjaga kesehatan janin di dalam kandungan. Salah satu cara jitu tentunya dengan memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu. Nah, pertanyaannya, kira-kira makanan apa sih yang baik dikonsumsi oleh bumil di trimester awal kehamilan?

1. Asam Folat 

Temuan ahli dalam Journal of American Medical Association mengatakan,  Ibu yang mengonsumsi asam folat empat minggu sebelum kehamilan dan delapan minggu setelah kehamilan, bisa meminimalkan risiko autis pada bayi sebanyak 40 persen. Nah, kamu bisa menemukan makanan yang kaya akan asam folat pada sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, dan kubis.

Asam folat termasuk nutrisi penting dalam pembentukan sel otak. Suplemen prenatal (masa sebelum kelahiran) dengan asam folat, penting bagi kecerdasan Si Kecil meski dalam kandungan.

Selain hal di atas, manfaat asam folat juga bisa mencegah keguguran, mencegah anemia, hingga menurunkan risiko preeklamsia. Lalu, makanan apa saja yang kaya asam folat dan baik dikonsumsi di trimester awal?

Nah, bumil bisa kok mendapatkan asam folat dari sayuran hijau (bayam, brokoli, dan kubis), buah-buahan (alpukat, pepaya, dan jeruk), kacang-kacangan, hati sapi, hingga telur.

2.Perbanyak Asupan Serat

Serat merupakan nutrisi atau makanan untuk trimester pertama yang tak kalah pentingnya. Serat bisa membantu ibu untuk mengontrol kenaikan berat badan dan mencegah terjadinya preeklamsia. Tak hanya itu saja, menurut para pakar di American Diabetes Association, serat juga bisa membantu untuk menurunkan risiko diabetes gestasional.

Keistimewaan serat bukan cuma merangsang perkembangan janin saja. Nutrisi ini juga bisa membantu mencegah bumil mengalami konstipasi alias masalah buang air besar.

Nah, bumil bisa kok mendapatkan serat dari buah segar, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga, sayur-sayuran yang dimasak.

3.Zat Besi

Selain kedua nutrisi di atas, zat besi merupakan nutrisi untuk trimester pertama kehamilan yang tak boleh dilupakan. Alasannya jelas, makanan kaya zat besi bertujuan untuk mencegah terjadinya anemia. Jangan anggap remeh anemia, sebab kondisi ini bukan cuma berdampak pada ibu saja.

Anemia bisa memicu berbagai masalah bagi janin, salah satunya kelahiran prematur. Kok bisa? Anemia membuat sel darah merah atau hemoglobin menurun. Kondisi ini ujung-ujungnya bisa menyebabkan peningkatan volume plasma yang mengakibatkan kontraksi pada rahim.

Selain itu, zat besi juga bermanfaat untuk membawa darah yang kaya akan oksigen pada bayi di dalam kandungan. Awas, kekurangan zat besi juga bisa berdampak negatif pada IQ anak kelak.

Nah, ibu bisa kok mendapatkan asupan zat besi dari daging sapi dan unggas, telur, makanan laut (hati-hati terhadap makanan mentah, dan yang banyak mengandung merkuri), tahu, biji-bijian, kacang-kacangan, bayam, hingga telur.

4.Protein Tak Kalah Penting

Protein merupakan makanan untuk trimester pertama yang tak boleh ketinggalan. Jangan salah lho, protein enggak cuma menyoal otot saja, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil.

Protein memegang peranan penting dalam membantu proses pembentukan jaringan tubuh pada ibu dan bayi selama masa kehamilan. Tak cuma itu saja, protein juga bisa membantu ibu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bumil tidak mudah mengalami sakit.

Lantas, makanan apa saja yang kaya protein dan baik dikonsumsi di trimester pertama? Enggak usah bingung, banyak kok pilihannya. Mulai dari daging tanpa lemak, Ikan, telur, dan unggas.

5.Susu atau Produk Olahan Susu

Susu atau produk olahannya kaya beragam nutrisi yang dibutuhkan ibu di trimester pertama kehamilan. Sebut saja protein, vitamin D, iodium asam folat, hingga kalsium. Di trimester pertama bumil dianjurkan untuk mengonsumsi produk olahan susu yang kaya kalsium. Kalsium ini sendiri baik untuk ibu dan pertumbuhan tulang janin.

Lantas, susu apa yang sebaiknya dikonsumsi di trimester pertama dan seterusnya? Selain nutrisinya harus memenuhi kebutuhan bumil, pastikan memilih susu yang telah melewati proses pasteurisasi. Sebab susu yang belum dipasteurisasi (contohnya, susu mentah dari sapi), bisa mengandung bakteri berbahaya. Nah, selain susu, ibu juga bisa kok mendapatkan nutrisi-nutrisi di atas dari keju atau yoghurt.